Jumat, 29 Juni 2012

Cerpen

‘Long Distance Relationship’

            Jarak. Yap, suatu sekat yang memisahkan antara aku dan dia. Aku Mela, dan aku mempunyai seorang pacar yang bernama Abi. Tapi sayang, hubungan kita dipisahkan oleh jarak dan hanya tergantung oleh sinyal dan provider. Ya begitulah pelaku LDR :)
            Hubungan kita sudah berjalan hampir 3 tahun. Cukup bertahan dengan keadaan LDR kita yang dimulai dari kami lulus SMA, karena Abi harus melanjutkan pendidikannya di luar kota. Dan kami pun terpisah.
            Awal kesedihanku dimulai setelah merayakan kelulusan SMA. Tiba-tiba abi menarikku, dan mengajakku pergi ke suatu tempat yang sepi.
“Kali ini aku harus jujur sama kamu setelah kediamanku atas pertanyaanmu tentang kelanjutan study ku.” Abi memulai percakapan ini dengan seriusnya.
“Oke, ceritakan.” Akupun tegas menjawab seolah aku sudah sedikit lelah dengan pertanyaan yang sering kuajukan pada Abi, namun tak pernah dijawabnya.
“Sayang, apa kamu masih mau menjalani hubungan ini dengan keadaan apapun?” tanya Abi padaku.
“Apa maksud pertanyaanmu?? Udahlah Abi, to the point aja deh, biar semuanya jelas dan gak berbelit-belit!” aku mulai kesal waktu itu.
“Oke aku bakal to the point sama kamu, tapi jawab pertanyaanku itu dulu.” Pinta Abi padaku. Sebenarnya ada apa ini, aku mulai takut...
“Ya. Aku akan tetap menjalani hubungan kita ini dalam keadaan apapun.” Jawabku singkat.
“Alhamdulillah. Mela, aku pikir aku akan melanjutkan pendidikanku di sekolah pelayaran. Di Bandung. Jadi, aku harus pindah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikanku itu, tentunya dengan satu harapan, kamu masih mau menjalani hubungan ini denganku dan tetap menjaganya walaupun aku enggak disampingmu.” Jelas Abi panjang lebar.
Penjelasan Abi itu hanya bisa membuatku diam, lalu menangis. Diam tanpa kata. Ingin rasanya aku mencegah keinginan dia untuk melanjutkan pendidikannya di Bandung, tapi aku hanya pacar, bukan istrinya yang bisa melarangnya dengan mudah. Oke, aku mencoba menerimanya.
“Jadi, kita bakalan jalanin long distance relationship? Apa kamu yakin kita bisa jalanin semuanya? Apa kamu percaya sama aku?” tanyaku pada Abi untuk memperjelas semuanya.
“Aku sepenuhnya percaya sama kamu. Aku yakin, kamu akan menjaga hatiku disini. Dan aku janji akupun begitu disana. Kita pasti bisa menjalani ini semua, kalau kita mau, semua ada jalan. Ingat, ini juga untuk masa depan kita kelak :) ” jelasnya dengan senyuman dan tatapan yang bener-bener ngebuat aku gak mau melepaskan dia pergi.
            Satu bulan setelah kelulusan, dengan berat hati aku mengantarkan Abi ke stasiun untuk pergi ke Bandung, dan dimulailah pacaran jarak jauh kami. Sedih sekali melepas Abi pergi ke tempat yang  jauh untuk melanjutkan pendidikannya. Walaupun aku tau itu untuk kebaikan masa depannya, tapi tetap saja aku merasa sedih untuk melepasnya ke kota orang.
            Tiga hari berlalu. Kami selalu berkomunikasi dengan sms. Dan pagi ini, Abi menelponku.
“Halo, assalamualaikum, Mela apa kabar?? Kamu baik-baik saja kan disana? Kangen banget sama kamu, padahal baru tiga hari disini” mulai Abi membuka pembicaraan kita.
“Waalaikumsalam, hai, aku baik, tapi aku ngerasa ada yang kurang sejak kamu pergi ke Bandung.” Jawabku masih merasa sedih.
“Kamu yang kuat ya, aku disini untuk kebaikan masa depan kita juga. Kamu gak perlu khawatir, aku selalu jaga hatimu disini, dan aku percaya kamu jaga hatiku disana. Kita bukan anak kecil lagi yang harus menggantungkan diri sama orang lain. Aku selalu mendoakanmu dari sini. Bertahanlah Mela, kita pasti bisa. Be a strong girl!” nasehat Abi padaku yang semakin membuatku kuat.
“Aku janji aku akan bertahan, maafin aku yang selalu ngeluh ya? Aku akan berusaha untuk bisa hidup lebih baik disini walaupun kamu gak disampingku. Aku akan ingat kata-kata kamu. Makasih ya kamu percaya sama aku. Kamu baik-baik ya disana, jangan nakal, jangan telat makan, jangan maen aja.” Jawabku yang mulai bisa menerima keadaan ini.
“Gak ada yang perlu dimaafin, kamu gak salah. Aku tau ini permulaan yang sulit untuk kita. Siaaaap! Nurut koook sama Melaa, hihihi.. kamu juga baik-baik ya disana, kuliah yang bener, gak boleh males, hehehe” jawab Abi, dan beberapa menit setelah kita mengobrol, telpon pun dimatikan.
Rasa kangen tidak pernah hilang apalagi disaat mengingat moment-moment saat kami bersama sebelumnya. Tidak pernah terpikir sebelumnya kalau hidup kita akan terpisah seperti ini. Kapaaan kita ketemu lagii?? Kapaan??
            Hubungan jarak jauh yang hanya tergantung oleh sinyal dan provider yang tidak menentu ini kadang membuatku cemas bagaimana kehidupan dia disana. Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia masih setia padaku disana? Apakah dia masih menjaga hatinya untukku saja, disana? Hanya kejujuran dia lah yang akan menjawab semuanya.
             Hal yang sangat penting bagi kami dalam menjalani hubungan jarak jauh ini adalah komunikasi, kepercayaan, dan komitmen yang kuat. Tanpa itu semua, hubungan ini akan work out.
            Satu tahun berlalu, hubungan kita masih baik-baik saja walaupun sejak itu kita belum bertemu. Aku mulai terbiasa dengan semua ini. Komunikasi kita yang sudah sangat mudah membuat kami tidak pernah lost contact. Rencana-rencana masa depan yang kami rencanakan pun semakin menguatkanku untuk menyeriuskan hubungan yang sudah tiga tahun berjalan ini.
Saling percaya dan pengertian, adanya sikap saling mempercayai antara aku dan Abi membuat hubungan kami semakin menuju ke arah yang lebih serius. Aku mulai mengerti bahwa kedewasaan akan membuat kami lebih bijak dalam menyikapi cinta.
            Genap empat tahun dia menyelesaikan pendidikannya di Bandung, dan kami pun resmi bertunangan sebelum Abi pergi berlayar dan bekerja di sebuah kapal pesiar. Ya, kami sudah merencanakannya sejak lama.
            Setiap musim liburan, Abi pasti menyempatkan waktunya untuk pulang dan menemuiku. Kami sangat menghargai waktu-waktu bersama kami ini. Meski cinta kita terpisah oleh jarak yang tidak terhitung panjangnya, dan hanya sedikit waktu kami untuk bertemu, tapi rasanya masih sama seperti dulu.
            Long Distance Relationship itu bukan hal yang mudah dijalani. Banyak orang menganggap remeh (underestimate) tentang hubungan jarak jauh ini. Hanya orang-orang yang saling mempercayai dan berkomitmenlah yang dapat menjalani hubungan ini dengan baik. Hal yang sangat dibutuhkan untuk menjalani LDR ini adalah komunikasi, kepercayaan, kesabaran, dan komitmen.

                                                                                    Oleh: Meutia Layli

Jumat, 20 April 2012

Jaga Hatimu, Sayang :*

Hai blogger, apa kabar? Maaf aku lama gak ngurusin kamu, sampe ada sarang laba2 di pojokan situ :| Hahaha garing, bro! Lagi gak enak hati. Maaf ya aku dateng waktu ada masalah aja. :(

Dear blogger, hari ini tanggal 20 April 2012, sekitar jam 2 siang, si Bi (panggilan untuk pacar aku) bbm aku. Tiba-tiba dia bilang kalo dia harus ikutin kata kokonya. Yap, kokonya bilang kalo si Bi mendingan masuk D1 perhotelan, lannjut pelayaran. DEG! Aku kaget banget. Seketika semuanya kayak ilang, gelap.

Aku takut, aku takut banget kalo aku sama dia makin jauh. Secara, sekarang kita LDR dan jauh. Apa bakal makin jauh?? Aku takut dear... tapi aku gak bisa cegah dia, aku gak bisa larang dia buat nurutin kokonya. Bukan aku yang biayain dia kuliah, bukan aku penentu hidupnya, dan aku hanya pacar, bukan istri. Mau gak mau aku harus dukung dia, yah.. walopun beneran rasa takut itu gede banget di hati aku.

Aku mulai tenang waktu dia bilang, “kan hati Bi udah Buat Eb (panggilannya utk aku), lagian Bi kerja buat kita, biar bisa nikahin Ebeb.” Aku tenang, dear. Masih ada niatan di hati dia untuk seterusnya sama aku. Dia juga bilang kalo ini semua nanti juga buat anak-anak kita, aamiin :) 

Dear, sebenernya, niatan dan alesan dia buat begini itu salah satunya mungkin krn aku juga apa ya? Ya mungkin iya, krn dia bilang, “ya mungkin Ebeb bisa nerima Bi dgn keadaan kayak gini, tapi gimana sama ayah & ibu?”. Bener. Gak mungkin dia dateng ke orang tua aku dengan tangan kosong. Selain itu, mimpi kita juga besar untuk hidup di hari nanti dan di kehidupan kita sendiri, punya rumah dari hasil sendiri, mobil, dll yang baik2 deh.

Tapi, aku pikir kalo kerja di pelayaran itu bakal pergi terus. Kata kokonya, mungkin disetiap bangun tidur, itu udah di negara yang berbeda. Oh iya, I see. Dan gajinya pun gak main2. Okelah, rencana yang gak buruk. Tapi, pekerjaan itu ngebuat si Bi jarang dirumah, jarang komunikasi, gimana sama aku?? Apa aku egois?? Plis, egoisnya aku sangat beralasan... aku sangat gak bisa tanpa kamu, Bi.. :(

Iya kita bakal jadi orang kaya, punya rumah bagus, mobil, dan apapun, mapan. Tapi kamu jarang dirumah, Bi... Aku lebih milih hidup biasa aja tanpa kemewahan, tp kita sering kumpul...... :(

Tapi aku gak bisa larang si Bi. Ini hidupnya, aku care, tapi aku gak bisa atur. Aku Cuma harap, dia bisa jaga hatinya, jaga sikap. Ya Allah, beri jalan yang  baik untuk kami supaya bisa selalu bersama, ya Allah... jaga hatinya ya Allah, jaga dia..

“Jaga hatimu, simpan cintamu untuk diriku, cepatlah pulang, aku menunggumu..”

sincerely, Aku (ebeb) 

Senin, 09 Januari 2012

link yang sangat RECCOMENDED

 →  RECCOMENDED LINK   

happy reading :)

I get more calmness :)

kadang aku bingung banget gimana caranya ngadepin maunya aku sendiri. gatau kenapa. mungkin saking numpuknya stress di dalem diri aku ini. kalo aku keluarin, mungkin dah setumpukan sampah di bantar gebang sana. ya, emang menjijikkan.. freak!

coklat?
eskrim?
komedi?
ya sih, kadang sedikit ngebantu. tapi... cuma bentar!

dan jujur! aku beneran bakal nemuin ketenangan yang gak akan ilang, dan ketenangan yang sangat amat nyaman. SHOLAT. sholat apapun itu, pada waktu apapun saat aku bener-bener ngerasa down.
Sholat is better way to get the best calmness. :)

setelah aku baca2 dan search di internet, ternyata sholat itu manfaatnya bener2 yahud banget..
ini dia manfaat sholat untuk kesehatan :


Sholat dengan berdiri

Wajibnya sholat adalah berdiri bagi yang mampu, ternyata berdiri pada waktu sholat mengandung hikmah yg luar biasa yaitu dapat melatih keseimbangan tubuh dan konsentrasi pikiran.

Takbiratul Ihram

Takbir dilakukan dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu dan dilakukan ketika hendak rukuk dan bangkit dari rukuk. Pd saat kita mengangkat tangan sejajar bahu, otomatis kita membuka dada, memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk dialirkan ke bagian otak pengatur keseimbangan tubuh, membuka mata dan telinga kita sehingga keseimbangan tubuh terjaga.

Rukuk

Rukuk dilakukan dengan tenang dan optimal dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai saaraf sentral manusia) beserta aliran darahnya. Rukuk pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di punggung, pinggang, paha dan betis belakang. Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran saraf, memori dapat terjaga kelenturannya dengan rukuk. Kelenturan saraf memori dapat dijaga dengan mengangkat kepala secara maksimal dengan mata menatap ke tempat sujud.

I’tidal (Bangun dari Rukuk)

Saat berdiri dari rukuk dengan mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga sistem saraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah terjadinya pingsan secara tiba-tiba.

Sujud

Apabila dilakukan dengan benar dan lama, sujud dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen menuju otak atau kepala, termasuk mata, telinga, leher, pundak dan hati. Cara seperti ini efektif untuk membogkar sumbatan pembuluh darah pada jantung sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisir.

Duduk antara Dua Sujud

Cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem kerja elektrik serta saraf keseimbangan tubuh kita. Selain itu, gerakan ini dapat menjaga kelenturan saraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki. Kelenturan saraf ini dapat mencegah penyakit prostat, diabetes, sulit buang air kecil dan hernia.

Duduk Tasyahud Awal

Pada saat duduk tasyahud awal, lipatan paha dan betis bertemu. Gerakan ini dapat mengaktifkan kelenjar keringat sehingga dapat mencegah pengapuran dan mengoptimalkan kaki sebagai penopang tubuh kita.

Duduk Tasyahud AKhir

Gerakan ini lebih baik dari gerakan bersila. Berguna untuk membongkar pengapuran pada cekungan kaki kiri agar saraf keseimbangan yang berhubungan dengan saraf mata akan terjaga dengan baik sehingga konsentrasi akan meningkat dan terjaga.

Salam

Gerakan ini dapat menarik urat leher yang bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Pada leher terdapat banyak urat saraf yang sangat penting untuk dijaga, seperti urat saraf paru-paru dan jantung.

see, nothing better way except, SHOLAT :)
love, ALLAH SWT and Muhammad Saw

meutia :)

Semua Untuk Cinta ♥

yiha yihaa :)
this is so sweet song about me and him, yes, more and more love him so much ♥

Semua Untuk Cinta - Mike Idol

dalam lelah kuberharap
datangnya sebuah keajaiban
walau berat kurasakan
namun kulakukan semua untuk cinta

bila sampai di malam ini
aku masih bertahan
ini semua ku persembahkan untukmu
bila kini aku bahagia
bukan hanya untukku
di sini kita pernah menangis bersama
semoga cinta selalu ada
dalam hati kita

selama cinta itu
ada di sisi kita selamanya


wanna download this song? just click here :)

cheers, with love
ebeb :*





hihihi :*

this is message from my love to me


hmm, just, I am sorry if I'm disturbing you with my childish :(
how must I do? I will learning from all, and.. thankyou for your patient to me, it's meaningfull

I LOVE YOU, BI ♥

I try to better for you :)

with love,
ebeb ♥

Minggu, 08 Januari 2012

about my campus

UMY.
yeah, that is my campus. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. and currently, I'm study Accounting. 
dulu sebenernya aku sempet gak suka dan sama sekali gak minat sama UMY. dengernya pun, aku masih asing banget. emang sih, termasuk universitas swasta yang reccomended banget, yaaah okelah..

awal mula aku ke UMY, karena nganterin temen aja, dan sekedar nemenin buat daftar, aku disuruh daftar juga.dan aku coba daftar komunikasi dengan jalur PNUAN (pake nilai uan doang). yap, selang 2minggu, kata temen aku, aku diterima. dan ternyata setelah aku nanya balik ke dia, dia gak diterima. yakin, rasa gak enak itu sempet muncul. mau gimana lagi? ..

yang kedua, dia coba untuk daftar lagi, dan untuk kedua kalinya dia minta aku nemenin daftar. hmm, aku nyoba daftar pendidikan bahasa inggris. na na na, 2minggu aku denger kabar yang sama.zzzzz. maaf :(

sedihnya, aku ternyata gak diterima di PTN yang aku pengen. sediih bgt, tapi gapapa, mungkin emang Allah ngasih aku jalan lain. pikir pikir pikir seribu kali, nanya sana sini, ambil jurusan apa ini??????? 
AND, aku liat di UMY akuntansi akreditasnya A, dan PTS terbaik di Jogja. oke oke, dengan pertimbangan yang matang, aku daftar!

yihaa, aku diterima. dan, aku mulai menyukai UMY (yah karena aku bagian darinya) ☺

well, this is it, part of UMY. 

SPORTORIUM UMY

MASJID KHA DAHLAN (difoto dari plasa bintang)

MASJID KHA DAHLAN (tampak samping)

PLASA BINTANG (belakangnya gedung kembar tampak belakang)

GEDUNG ISIPOL

yeyeye.. GEDUNG EKONOMI (tampak depan)

GEDUNG EKONOMI (tampak samping)

LAMBANG UMY