‘Long
Distance Relationship’
Jarak. Yap, suatu sekat yang
memisahkan antara aku dan dia. Aku Mela, dan aku mempunyai seorang pacar yang
bernama Abi. Tapi sayang, hubungan kita dipisahkan oleh jarak dan hanya tergantung
oleh sinyal dan provider. Ya begitulah pelaku LDR :)
Hubungan kita sudah berjalan hampir
3 tahun. Cukup bertahan dengan keadaan LDR kita yang dimulai dari kami lulus
SMA, karena Abi harus melanjutkan pendidikannya di luar kota. Dan kami pun
terpisah.
Awal kesedihanku dimulai setelah
merayakan kelulusan SMA. Tiba-tiba abi menarikku, dan mengajakku pergi ke suatu
tempat yang sepi.
“Kali ini aku harus
jujur sama kamu setelah kediamanku atas pertanyaanmu tentang kelanjutan study
ku.” Abi memulai percakapan ini dengan seriusnya.
“Oke, ceritakan.”
Akupun tegas menjawab seolah aku sudah sedikit lelah dengan pertanyaan yang
sering kuajukan pada Abi, namun tak pernah dijawabnya.
“Sayang, apa kamu
masih mau menjalani hubungan ini dengan keadaan apapun?” tanya Abi padaku.
“Apa maksud pertanyaanmu??
Udahlah Abi, to the point aja deh,
biar semuanya jelas dan gak berbelit-belit!” aku mulai kesal waktu itu.
“Oke aku bakal to the point sama kamu, tapi jawab
pertanyaanku itu dulu.” Pinta Abi padaku. Sebenarnya ada apa ini, aku mulai
takut...
“Ya. Aku akan tetap
menjalani hubungan kita ini dalam keadaan apapun.” Jawabku singkat.
“Alhamdulillah.
Mela, aku pikir aku akan melanjutkan pendidikanku di sekolah pelayaran. Di
Bandung. Jadi, aku harus pindah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikanku itu,
tentunya dengan satu harapan, kamu masih mau menjalani hubungan ini denganku
dan tetap menjaganya walaupun aku enggak disampingmu.” Jelas Abi panjang lebar.
Penjelasan
Abi itu hanya bisa membuatku diam, lalu menangis. Diam tanpa kata. Ingin
rasanya aku mencegah keinginan dia untuk melanjutkan pendidikannya di Bandung,
tapi aku hanya pacar, bukan istrinya yang bisa melarangnya dengan mudah. Oke,
aku mencoba menerimanya.
“Jadi, kita bakalan
jalanin long distance relationship? Apa kamu yakin kita bisa jalanin semuanya?
Apa kamu percaya sama aku?” tanyaku pada Abi untuk memperjelas semuanya.
“Aku sepenuhnya
percaya sama kamu. Aku yakin, kamu akan menjaga hatiku disini. Dan aku janji
akupun begitu disana. Kita pasti bisa menjalani ini semua, kalau kita mau, semua
ada jalan. Ingat, ini juga untuk masa depan kita kelak :) ” jelasnya dengan
senyuman dan tatapan yang bener-bener ngebuat aku gak mau melepaskan dia pergi.
Satu bulan setelah kelulusan, dengan
berat hati aku mengantarkan Abi ke stasiun untuk pergi ke Bandung, dan dimulailah
pacaran jarak jauh kami. Sedih sekali melepas Abi pergi ke tempat yang jauh untuk melanjutkan pendidikannya. Walaupun
aku tau itu untuk kebaikan masa depannya, tapi tetap saja aku merasa sedih
untuk melepasnya ke kota orang.
Tiga hari berlalu. Kami selalu
berkomunikasi dengan sms. Dan pagi ini, Abi menelponku.
“Halo, assalamualaikum,
Mela apa kabar?? Kamu baik-baik saja kan disana? Kangen banget sama kamu,
padahal baru tiga hari disini” mulai Abi membuka pembicaraan kita.
“Waalaikumsalam, hai,
aku baik, tapi aku ngerasa ada yang kurang sejak kamu pergi ke Bandung.”
Jawabku masih merasa sedih.
“Kamu yang kuat ya,
aku disini untuk kebaikan masa depan kita juga. Kamu gak perlu khawatir, aku
selalu jaga hatimu disini, dan aku percaya kamu jaga hatiku disana. Kita bukan
anak kecil lagi yang harus menggantungkan diri sama orang lain. Aku selalu
mendoakanmu dari sini. Bertahanlah Mela, kita pasti bisa. Be a strong girl!”
nasehat Abi padaku yang semakin membuatku kuat.
“Aku janji aku akan
bertahan, maafin aku yang selalu ngeluh ya? Aku akan berusaha untuk bisa hidup
lebih baik disini walaupun kamu gak disampingku. Aku akan ingat kata-kata kamu.
Makasih ya kamu percaya sama aku. Kamu baik-baik ya disana, jangan nakal,
jangan telat makan, jangan maen aja.” Jawabku yang mulai bisa menerima keadaan
ini.
“Gak ada yang perlu
dimaafin, kamu gak salah. Aku tau ini permulaan yang sulit untuk kita. Siaaaap!
Nurut koook sama Melaa, hihihi.. kamu juga baik-baik ya disana, kuliah yang
bener, gak boleh males, hehehe” jawab Abi, dan beberapa menit setelah kita
mengobrol, telpon pun dimatikan.
Rasa
kangen tidak pernah hilang apalagi disaat mengingat moment-moment saat kami
bersama sebelumnya. Tidak pernah terpikir sebelumnya kalau hidup kita akan
terpisah seperti ini. Kapaaan kita ketemu lagii?? Kapaan??
Hubungan jarak jauh yang hanya
tergantung oleh sinyal dan provider yang tidak menentu ini kadang membuatku
cemas bagaimana kehidupan dia disana. Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia
masih setia padaku disana? Apakah dia masih menjaga hatinya untukku saja,
disana? Hanya kejujuran dia lah yang akan menjawab semuanya.
Hal yang sangat penting bagi kami dalam
menjalani hubungan jarak jauh ini adalah komunikasi, kepercayaan, dan komitmen
yang kuat. Tanpa itu semua, hubungan ini akan work out.
Satu tahun berlalu, hubungan kita
masih baik-baik saja walaupun sejak itu kita belum bertemu. Aku mulai terbiasa
dengan semua ini. Komunikasi kita yang sudah sangat mudah membuat kami tidak
pernah lost contact. Rencana-rencana masa depan yang kami rencanakan pun
semakin menguatkanku untuk menyeriuskan hubungan yang sudah tiga tahun berjalan
ini.
Saling
percaya dan pengertian, adanya sikap saling mempercayai antara aku dan Abi
membuat hubungan kami semakin menuju ke arah yang lebih serius. Aku mulai
mengerti bahwa kedewasaan akan membuat kami lebih bijak
dalam menyikapi cinta.
Genap empat tahun dia menyelesaikan
pendidikannya di Bandung, dan kami pun resmi bertunangan sebelum Abi pergi
berlayar dan bekerja di sebuah kapal pesiar. Ya, kami sudah merencanakannya
sejak lama.
Setiap musim liburan, Abi pasti
menyempatkan waktunya untuk pulang dan menemuiku. Kami sangat menghargai
waktu-waktu bersama kami ini. Meski cinta kita terpisah oleh jarak yang tidak
terhitung panjangnya, dan hanya sedikit waktu kami untuk bertemu, tapi rasanya
masih sama seperti dulu.
Long Distance Relationship itu bukan
hal yang mudah dijalani. Banyak orang menganggap remeh (underestimate) tentang
hubungan jarak jauh ini. Hanya orang-orang yang saling mempercayai dan
berkomitmenlah yang dapat menjalani hubungan ini dengan baik. Hal yang sangat
dibutuhkan untuk menjalani LDR ini adalah komunikasi, kepercayaan, kesabaran,
dan komitmen.
Oleh:
Meutia Layli
Tidak ada komentar:
Posting Komentar